TONER MENGHILANGKAN MASALAH JERAWAT YANG TAK KUNJUNG USAI?

18 December 2018 TONER MENGHILANGKAN MASALAH JERAWAT YANG TAK KUNJUNG USAI?

Toner menjadi salah satu produk yang tidak boleh dilewatkan untuk perawatan kulitmu. Toner digunakan sesudah wajah dibersihkan menggunakan sabun pencuci muka, fungsinya untuk mengembalikan kelembapan kulit dan menutup pori-pori. Maka dari itu, kamu harus tepat dalam memilih produk toner supaya hasil akhirnya bisa memuaskan.

Banyak merek yang beredar sehingga kamu dituntut jeli dalam memilih mana yang baik, khususnya untuk kamu yang mempunyai kulit berjerawat. Salah menerapkan toner pada kulit berjerawatmu, bisa-bisa justru malah akan menyebabkan masalah kulit baru, tidak mau kan? Yuk, simak hal-hal berikut sebelum kamu memutuskan membelinya dan menggunakannya.

1.     Kenali Jenis Kulitmu

Langkah paling awal sebelum kamu membeli dan menggunakan produk toner, kenali terlebih dahulu jenis kulit yang kamu miliki. Ada lima jenis kulit yang umum dimiliki banyak orang;

  1. Kulit sensitif. Untuk mendeteksinya, gunakan tabir surya saat berada di luar ruangan. Perhatikan selama apa wajah kamu berubah kemerahan. Tandanya kulit sangat sensitif, jika memerah kurang dari lima menit. Namun jika sudah lebih dari sepuluh menit, maka kulit termasuk jenis normal. Selain itu, tipe kulit ini juga terbilang cukup merepotkan perawatannya. Apalagi kalau sudah muncul jerawat, kamu tidak bisa sembarangan memakai toner untuk kulit wajah sensitif yang berjerawat, alih-alih sembuh malah memperparah kondisinya. Rekomendasi dokter sangat diperlukan di sini.
  2. Kulit kering. Tandanya bisa kamu lihat ketika kulit tetap kencang walaupun sudah berjam-jam dibersihkan dan terkadang terlihat pecah-pecah. Jenis kulit kering ini cenderung bisa memicu penuaan dini seperti bintik hitam dan kerutan.
  3. Kulit berminyak. Jenis kulit ini paling banyak dimiliki dan bisa terlihat dari wajah yang mengkilap. Apalagi kondisinya adalah yang paling rawan memicu munculnya jerawat. Untuk mengeceknya, bersihkan wajah menggunakan tisu sampai tidak ada minyak. Jika dalam waktu satu jam minyak muncul kembali, maka kamu termasuk mempunyai kadar minyak tinggi pada wajah.
  4. Kulit normal. Kulit wajah terasa lembap, tidak banyak minyak dan tidak terlalu kering. Namun, menjadi jenis kulit yang tetap ideal memunculkan jerawat dan komedo.
  5. Kulit kombinasi. Jenis kulit ini adalah yang paling sulit ditangani. Biasanya akan tampak berminyak pada zona T (hidung, pelipis, dagu), sedangkan area yang lain normal. Perawatannya sedikit rumit karena harus mengaplikasikan dua perlakuan berbeda di zona T dan area lainnya.

2.     Toner yang Sesuai

Kamu harus selektif memilih toner untuk kulit kering. Alasannya karena banyak toner yang mengandung alkohol, di mana zat ini akan membuat kulit semakin kering. Sebaiknya pilih toner yang tidak mengandung alkohol. Sedangkan untuk kulit berminyak dan normal, bisa memakai toner biasa atau toner khusus kulit kering. Untuk kulit kombinasi, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

3.     Toner Kulit Berjerawat

Toner dengan kandungan asam salisilat sangat disarankan untuk digunakan bagi kamu pemilik kulit wajah berjerawat. Zat tersebut berguna untuk mempercepat pelepasan sel kulit mati serta membebaskan folikel tersumbat. Proses ini juga dapat mencegah jerawat datang kembali.

4.     Perbedaan Toner Biasa dan Astringent Kulit Berjerawat

Toner biasanya tidak mengandung alkohol dan dipakai setelah mencuci muka. Manfaatnya untuk membuat wajah menjadi segar sebelum memakai makeup lainnya. Sedangkan astringent adalah toner khusus wajah berminyak dan berjerawat. Terdapat kandungan alkohol di dalamnya dan berfungsi untuk mengontrol minyak berlebih pada wajah, mengangkat sebum, dan mengencangkan kulit.

Setelah kamu memilih toner, sebaiknya lakukan pengujian. Pakai produk selama satu sampai dua bulan dan cek hasilnya. Jika tidak ada perubahan, kemungkinannya kurang cocok. Hasil maksimal bisa didapat ketika toner untuk kulit berjerawat dikombinasikan bersama produk yang lain seperti pelembap dan sabun.